JANGAN LUPA HADIR YA... GRATIS
KOPDAR SILATURAHIM BLOGKAR
Minggu, 24 Mei 2015 Jam 11:00
Markas Blogger Karawang
Ruko Arcadia Blok D-27
(dekat Pasar Bersih Galuh Mas)
Home » » Belajar Mengkristalkan Kata-Kata

Belajar Mengkristalkan Kata-Kata

Puisi adalah seni merangkai kata yang paling tua diantara semua jenis sastra. Sejak jaman dahulu orang telah mengenal puisi sebagai sebuah metode penyampaian maksud lewat penyusunan kata-kata selektif, sehingga menimbulkan efek yang menghujam, baik dinilai dari segi keindahan maupun dari segi kedalaman arti.

Memilih kata-kata dengan selektif dimaksudkan untuk mencari dan mengeksplorasi setiap arti kata sehingga orang yang mendengar atau membaca dapat memperoleh nilai-nilai yang terkandung dibalik kata-kata tersebut. Selain itu, pemilihan kata-kata juga berguna untuk menimbulkan efek bunyi dan pengucapan yang indah. Tapi berhubung tidak semua kata-kata memiliki efek yang sama, maka bagi orang yang ingin memperdalam puisi, dituntut untuk memiliki perbendaharaan kata yang cukup.

Selain perangkaian kata yang indah serta arti yang dalam, puisi juga sangat terikat dengan bait dan baris. Keterikatan ini dimaksudkan untuk membedakan puisi dengan karya sastra yang lain.

Kecenderungan puisi yang terikat oleh bait dan baris menyebabkan kita harus pandai menempatkan setiap kata agar hasilnya maksimal. Di sinilah keunikan puisi. Di satu sisi ia dituntut untuk mengetengahkan maksud sampai ke akar-akarnya, sementara di sisi lain ia dibatasi oleh ruang yang sempit.

Berbeda dengan pembuatan cerpen atau roman yang umumnya memiliki ruang lebih luas, sedangkan untuk puisi ruangan sengaja dipersempit sedemikian rupa. Pada puisi kita dituntut untuk belajar mengkristalkan kata-kata, mengambil sari patinya kemudian menyuguhkan kepada penikmat (baik pembaca atau pendengar) dengan maksud kesan yang ditimbulkan atau efek yang ditangkap terasa lebih tajam dan lebih mengena.

Contoh :
Sudah tiga tahun lebih lamanya
Ia ditinggal sendiri
Namun tetap setia menunggu
kekasihnya yang pergi jauh
Terkadang terselip juga rasa bosan
Atau ragu tak tentu
Setiakah dia disana?


Bandingkan :
Pada jutaan detak jantung
Dia simpan senyum kekasihnya
Dan penantian itu kian berlumut


Selain syarat-syarat tadi, puisi juga harus memiliki makna ganda, atau ambiguitas, karena pada dasarnya puisi lahir karena keambiguitasannya. Atau bisa juga dikatakan bahwa puisi terjadi karena ambigunya.

Sedangkan syarat terakhir adalah pengungkapan ide dan gagasan yang akan disampaikan. Ide dan gagasan awal sebagai nyawa dari puisi tentunya jangan dianggap remeh. Banyak calon penulis puisi terjebak pada pengeksplorasian kata-kata yang memiliki citraan imajinatif tinggi, tetapi lupa pada ide yang ingin disampaikan. Akibatnya puisi jadi kehilangan nyawa.

Jika ingin mengungkapkan dan menulis puisi dengan baik maka cobalah untuk menyusun ide dan gagasannya lebih dulu, baru susun rangkaian kata-katanya. Walaupun para penulis puisi jarang menggunakan metode ini, (biasanya gagasan dan ide cukup disimpan di memori otak saja) tapi menurut Saini KM, metode ini cukup efektif bagi pemula yang ingin serius memperdalam puisi. Selamat mencoba.

By :sarjang: (Penyair dari Karawang)

2 comments:

  1. Pertamax,,, Nice info dude.

    BalasHapus
  2. Wah ini nyambung dengan postingan kang Tatang tentang adsense, cuma bedanya adsense adalah tentang "Bagaimana Mengkristalkan Keringat SEO dan Blogging"..

    I like it, poems blogging.. :)

    BalasHapus

Gabung !



Ayo, Gabung di group forum FB Blogger Karawang !