JANGAN LUPA HADIR YA... GRATIS
KOPDAR SILATURAHIM BLOGKAR
Minggu, 24 Mei 2015 Jam 11:00
Markas Blogger Karawang
Ruko Arcadia Blok D-27
(dekat Pasar Bersih Galuh Mas)

Jadwal Imsak Ramadhan 1436 2015 Kemenag

Jadwal Imsak Ramadhan 1436 2015 Kemenag. Berikut ini jadwal imsakiyah 2015 / 1436 untuk beberapa wilayah propinsi
dan kota-kota besar di Indonesia. Belum lengkap karena lom dapat data utuh dari kemenag.

Banner Ramadan 1436 2015 Free Download vector Corel

Selamat datang Ramadhan 1436 Hijriyah tahun 2015. Sudah pada kangen? Saya kembali ingin berbagi Desain Spanduk Banner Ramadhan. Inilah 10 Spanduk Banner Ramadhan 1436h 2015m High Resolution vector CDR PDF.Untuk siapa saja yang hinggap di website saya ini melalui Google atau dari sosial media, inilah 15 Desain Spanduk Banner Ramadhan 1436 h 2015 m dalam format vector corel draw versi 13 hingga versi 17. Pun juga tersedia format PDF sehingga anda bisa edit dengan Adobe Acrobat. Semua file-file ini bisa didownload atau anda unduh secara free alias gratis. 

Link-link download yang tersedia saya arahkan menuju Google Drive agar download menjadi nyaman tanpa iklan. File-file banner spanduk dan baliho menyambut datangnya Ramadhan 1436 H / 2015 ini bisa anda proses print/ cetak di printer digital atau di percetakan terdekat Anda.

1. Desain Banner Baliho ukuran 5×1 m

Berikut tampilan banner spanduk banner baliho Ramadhan 07: #07-Banner Spanduk Ramadhan 5mx1m Vector Masbadar 2015 M - 1436 Vector CorelDRAW13 14 15 16 17 PhotoShop PDF


2. Desain Banner ukuran 1×5 m

Berikut tampilan banner spanduk Ramadhan 08: #08-Banner Spanduk Ramadhan 5mx1m Vector Masbadar 2015 M - 1436 Vector CorelDRAW13 14 15 16 17 PhotoShop PDF




Selanjutnya:

10 Spanduk Banner Ramadhan 1436h 2015m High Resolution vector CDR…

11 Plugins SocMed Sharing Terbaik Blog Wp

Saat ini media sosial adalah barang penting bagi blogger. palagi mereka yang ngeblog untuk marketing. Media sosial sangat penting untuk strategi marketing bagi
blogger yang menggunakan platform WordPress.



Adalah lebih baik untuk melihat jenis konten Anda di website Anda
sebelum Anda memilih plugin sosial media. Pertimbangkan untuk memilih
plugin dengan tampilan terbaik. Lalu jangan lupakan untuk memastikan
penempatan plugin-plugin media sosial tersebut. Hal tersebut untuk
memastikan tata letak yang baik agar melengkapi desain website Anda yang
sudah tepat.



Di bawah ini adalah beberapa plugin WordPress terbaik untuk media
sosial, silahkan cek satu persatu, saya urutkan secar acak saja. Daftar
plugin ini cukup lengkap dari mulai plugin socmed yang sederhana hingga
plugin socmed wp yang kaya akan fitur. Inilah 11 plugins media sosial terbaik untuk blog WordPress.





  1. Digg Digg Wp Plugin.
  2. Flare Wp Plugin. 
  3. Microblog Poster - Wp Plugin. 
  4. Share Buttons by AddThis - Wp Plugin. 
  5. Share Buttons by AddToAny - Wp Plugin. 
  6. Shareaholic - Wp Plugin. 
  7. ShareThis - Wp Plugin. 
  8. Social Media Feather - Wp Plugin. 
  9. Social Media Widget - Wp Plugin 
  10. and more..

Undangan Kopdar SILATURRAHIM Ke #5 - BLOGGER KARAWANG

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah Komunitas Blogger Karawang Tetap Eksis
Jangan Lupa Datang Ya :

Hari   :
Minggu, 24 Mei 2015 Jam 11:00

Lokasi  :
Markas Blogger Karawang
Ruko Arcadia Blok D-27
(dekat Pasar Bersih Galuh Mas)

Workshop :

Pengenalan Blog Theme  oleh Ahmad Fahhrurroji (Kebunajaib.com)

Sumbangsih Blogkar Untuk Kota Karawang
Pembuatan Aplikasi Pemetaan Potensi Kota Karawang





KOPDAR SILATURAHIM & WORKSHOP BULANAN BLOGKAR #4

Alhamdulillah, KOPDAR SILATURAHIM BULANAN BLOGKAR #4 , sudah terlaksana dengan SUKSES !
Terimakasih Untuk Sahabat Blogkar yang sudah HADIR :
Mudah-mudahan ilmu yang didapat pada KOPDAR dan WORKSHOP hari ini bisa bermanfaat untuk semua, spesial terimakasih buat :
- Hari Kurniawan Pemateri : Karawang Local Market Potensial
- Badar Masbadar Pemateri : 26 Tips Social Media Marketing
- Nugraha Bayu Sanjaya , Penyedia Tempat dan Konsumsi
- Dian Maulana , Penyedia LCD
Untuk yang belum bisa hadir atau halangan hari ini, bisa hadir Kopdar Bulan ke #5>

Terimakasih






Ada yang hilang ya? Siapa dia?



Curug Cipanunda - Kampung Tipar, Objek Wisata Alam Karawang Selatan.

"Lihatlah hamparan sawah nan hijau berganti proyek pembangunan perumahan-perumahan modern, bukit-bukit beralih fungsi menjadi kawasan industri yang bertaraf international. Bahkan hanya di pakai untuk menanam mayat orang-orang kaya saja. Hutan dan gunung habis di ambil material-materialnya seperti kapur, karst, batu koral dan lainnya. Yang bahkan dengan arogannya merusak daerah-daerah yang seharusnya menjadi daerah resapan air, dan sepertinya tidak pernah memperhitungkan rusaknya hutan dan sumber mata air pegunungan. Haruskah kita bangga atau bersedih? Bangga dengan kerusakan alam, bangga dengan selalu was-was kebanjiran? Tidak Kawan!  " --Curug Cipanunda , 28 Februari - 01 Maret 2015--  
Menghirup udara yang segar di pagi yang cerah, memandang hamparan sawah nan hijau di kaki gunung yang di selimuti kabut tipis menambah suasana menjadi betah berlama-lama. Sambil minum kopi kental. Alangkah indahnya seandainya saja ada daerah yang masih segar di Karawang ini. Suasana kampung yang masih alami, keramah-tamahan para penghuninya dan satu lagi kita bisa melihat air terjun -curug- yang mengalir terus seakan tidak akan pernah habis airnya mengalir terus menghidupi masyarakat sekitarnya.

Kita harus tetap optimis kawan, alhamdulilah ternyata masih ada sisa tempat yang segar, loh kok sisa? Iya sisa karena sebagian tempatnya sudah habis, tetapi memang masih ada sisa, entah sengaja di sisakan atau memang tersisa. Atau memang di sisakan untuk di habiskan nanti. Jangan tanya saya siapa yang mau menghabiskan, ibarat menyantap makanan bersama-sama, saat makanan masih banyak kan tidak ketahuan siapa yang memakannya. Nah kalau tinggal sisanya? kalau dihabiskan pasti ketahuan orang banyak, malu kan? masih bagus punya malu. Nah kalau yang menghabiskan tempat sisa ini mah tidak punya kemaluan --baca malu--, mungkin mereka tidak pernah belajar membesarkan kemaluannya --baca rasa malu-- . Yang lebih ironisnya lagi, lahan-lahan menjadi rusak karena memang tanahnya sudah di jual oleh pemiliknya. Siapa yang tidak tertarik dengan lembaran uang yang membuat hijau mata. Jadi sebelum tempat sisa yang segar ini ada yang menghabiskan, yuk kita nikmati tanpa harus merusaknya.
*****

Saya dan rombongan Karawang Guyub sekitar 27 sepeda motor dan 2 mobil, memulai perjalanan ekspedisi ke kampung tipar, sebuah kampung yang terletak di kaki pegunungan Sanggabuana, Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang. Walau letaknya di kaki gunung, tetapi masih bisa di tempuh dengan sepeda motor maupun mobil. Hanya saja untuk mobil di sarankan yang bukan tipe sedan --sasis rendah.

Perjalanan kami di mulai sekitar jam 13:00, dari markas Karawang Guyub, perjalanan sekitar 3 jam jika menggunakan motor sampai di kampung Tipar sekitar jam 16:00, jalannya yang turun naik menambah asyiknya ekspedisi sepeda motor kali ini, apalagi jalannya yang berbatu kali. Perlu sedikit seni menghindari batu-batu yang agak tajam. Tapi asyik lho. Ya karena jalannya rombongan, asyiknya walau di antara kami kadang tidak saling kenal, tetapi akrab layaknya sudah kenal, itulah Karawang Guyub. Guyubna urang Karawang.

Tujuan utama kali ini adalah Kampung Tipar. Mungkin hanya sedikit  yang tahu letak kampung Tipar ini, karena memang belum menjadi tempat tujuan wisata alam Karawang. Entah karena letaknya yang tersembunyi atau memang sengaja di sembunyikan. Padahal kampung ini bisa menjadi tujuan wisata karena di sana juga terdapat curug yang di berinama curug cipanunda. Konon karena curug ada tempat air (panundaan) jadinya di panggil curug cipanunda.


Sore hari rombongan sampai di Kampung Tipar sehingga ekspedisi ke bagian curug cipanunda di tunda sampai besok pagi. Kami bermalam di rumah-rumah penduduk yang ramah menyambut kami, bahkan dengan sukarela menyediakan penglengkapan tidur seperti tikar dan bantal, wah suasananya sangat nyaman. Menjadi betah berlama-lama di sana. Mereka menyambut kami dengan senang sekali.  "Iya pak kami senang kalau kampung ini bisa ramai, penghasilan utama kami saat ini adalah bertani. Biasanya hasilnya di bawa ke pasar loji. Kalau kampung ini bisa ramai jadi ada juga pendapatan lain." tutur salah seorang warga yang kami temui. Alangkah indahnya jika semua masyarakat Karawang seperti ini, tak ada rasa curiga, saling membantu dan menjaga keamanan bersama. Suasana yang mulai agak berkurang jika kita bandingkan dengan lokasi di Karawang kota.
*****
Malam harinya, suasana makin meriah. Karena ada yang membawa proyektor untuk memutar film dokumenter tentang Karawang, dan dokumentasi perjalanan ke gunung sulah. Masyarakat sekitar ikut bergabung, ada yang bakar jagung sambil menonton film layar putih, ada juga yang menerbangkan lampu lampion, terbang tinggi menembus kegelapan malam di Kampung Tipar. Tak terasa hari sudah malam, tetapi tetap saja masih banyak yang terjaga, berkelompok-kelompok membentuk obrolan-obrolan yang berbeda tema, sambil minum kopi hangat. Nikmat. Hmmmm Pokoknya Mantap. Perjalanan yang melelahkan tadi siang hilang menjadi kecerian, keakraban khas Karawang Guyub.  
****

Tak terasa malam terus bergeser, terlihat sebagian rombongan lelah tertidur. Sebagian lagi asyik begadang sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 04:00 , menjelang sholat subuh. Setelah melakukan sholat subuh, tepat jam 05:00 pagi, sebagian rombongan berkumpul mengadakan 'teknikal meeting' untuk melanjutkan perjalanan menuju curug cipanunda. Termasuk saya tentunya. Yang sudah tidak sabar ingin melihat indahnya curug cipanunda.

Target waktu perkiraan dari kampung tipar ke curug cipanunda adalah 30 menit , tetapi karena jalannya yang turun-naik khas tanah pegunungan dan agak licin habis di guyur hujan perjalanan menjadi agak lambat, dan yang pertama mencapai curug sekitar 50-60 menit. 

"Saya sih tidak peduli berapa menit target ke sana, karena sepanjang jalan saja saya sudah takjub dengan keindahan alam yang masih asli dan asri. Hamparan sawah hijau yang berundak, kabut tipis yang menyelimuti bukit menambah keindahan kampung Tipar dan udaranya yang segar menusuk ke dalam tulang-belulang menyegarkan badan sehingga tak terasa cape walau keringat bercucuran. Sambil bercanda kami terus semangat menuruni dan menaiki bukit menuju curug cipanunda. Coba bayangkan, kita yang sehari-hari menghirup udara polusi di hiruk pikuk dan keramaian kota Karawang. Menjadi semangat dan energik saat menuju curug Cipanunda. Bahkan dada terasa 'plong' ... Subhanallah Allahu Akbar, tak bisa saya ceritakan lagi, karena suasananya hanya bisa di bayangkan kalau sudah merasakan dan mendatanginya langsung."


Benar saja. Sesampainya di curug Cipanunda. Hilang semua rasa lelah dan cape berjalan menuruni dan menaiki bukit, tubuh ini ingin langsung saja menceburkan diri di bawah derasnya air terjun curug. Berendam. Bermain air. Bercanda bersama dalam indahnya alunan musik alam, alunan bunyi jatuhnya air yang secara terus-menerus menghipnotis diri ini. Segaaaarnyaaa. 

Lihat kita di kelilingi oleh pohon-pohon besar, seolah-olah mereka mengatakan "Jagalah aku agar aku bisa menjaga kalian. Agar aku bisa menjaga air curug ini terus mengalir membentuk aliran sungai, membawa kehidupan untuk makhluk hidup di sekitarnya. Jagalah aku dari tangan-tangan mereka yang serakah, yang hanya memikirkan pundi-pundi uang tanpa memikirkan akibat yang di timbulkannya. Jagalah aku, hutan air dan udara dari polusi dan pengrusakan alam."


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi, padahal serasa baru saja sampai sepertinya di sini waktu terasa membeku, berhenti berdetak. :) 

Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Kampung Tipar untuk bersiap-siap pulang kembali. Agar besoknya bisa beraktivitas kembali. Tetapi ada juga sebagian meneruskan expedisinya ke beberapa lokasi yang tidak jauh dari Kampung Tipar. Saya pulang saja... Sampai jumpa di perjalanan berikutnya. 
*****

Selamat Ulang Tahun 
Blogger Karawang Yang Ke-6
Penulis : Kang Sanu
http://hasannuh.com/
http://ukmkarawang.com/

******



Gabung !



Ayo, Gabung di group forum FB Blogger Karawang !